Tangerang Selatan – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan berhasil menuntaskan proyek peninggian jalan di sejumlah titik strategis yang sebelumnya langganan genangan air saat hujan. Peninggian jalan yang dilakukan sepanjang Tahun 2024 ini bertujuan untuk mengurangi genangan yang mengganggu para pengguna jalan dan menjadi sumber ketidaknyamanan warga Tangsel.
Kepala Dinas SDABMBK, Robbi Cahyadi, ST. MT , menjelaskan bahwa peninggian jalan tersebut difokuskan pada area-area cekung yang rentan terhadap banjir. Ketinggian rata-rata peninggian mencapai 40-50 cm, dengan peninggian tertinggi mencapai 1,2 meter di Jalan Bhakti Karya. “Peninggian ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah banjir di badan jalan, sehingga kendaraan dapat melintas dengan aman saat hujan deras,” ujarnya.
Berikut adalah rincian beberapa proyek peninggian jalan yang telah diselesaikan:
• Jalan Maruga Raya: Sepanjang 100 meter dengan peninggian 45 cm, menggunakan beton fastrack yang kering dalam satu hari. Kini, jalan ini bebas dari genangan meskipun diguyur hujan lebat.
• Jalan Merpati Raya: Sepanjang 90 meter dengan peninggian 50 cm, menggunakan material beton fastrack yang juga kering dalam satu hari, sehingga tidak lagi mengalami genangan saat hujan turun.
• Jalan Bhakti Karya: Merupakan proyek terbesar dengan peninggian hingga 1,2 meter menggunakan beton mutu K-350, yang memungkinkan jalan tetap aman dari genangan di musim hujan.

Proyek peninggian ini juga mencakup lokasi-lokasi penting, seperti di depan Pusat Pemerintahan (Puspem) di Jalan Maruga Raya, Perumahan Urbana di Jalan Merpati Raya, dan akses utama ke Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Jalan Bhakti Karya, Perumahan Bukit Pamulang Indah dan Villa Pamulang.
Namun, tidak semua proyek peninggian jalan dapat direalisasikan sesuai rencana. Di Jalan Raya Ceger, khususnya dekat gereja, proyek peninggian ditunda karena adanya penolakan dari warga. Warga setempat meminta pembangunan saluran air lebih dulu untuk memastikan drainase berjalan lancar dan menghindari genangan di kemudian hari.
“Kami menghormati aspirasi warga. Saat ini, segmen jalan yang sudah dibongkar akan kami tutup kembali dan diperbaiki. Kami akan melanjutkan peninggian jika permintaan warga terkait saluran air telah dipenuhi,” ujar Robbi.
Meski ada beberapa kendala, Robbi optimis proyek peninggian jalan ini dapat rampung tepat waktu. “Jika tidak ada kendala tambahan, kami harapkan seluruh proyek selesai pada 2024. Dengan peninggian ini, kendaraan dapat melintas dengan aman meskipun terjadi hujan deras,” tambahnya.
Pengguna Jalan dan Warga setempat mengapresiasi salah satu proyek peninggian Jalan di jalan Merpati Raya Ciputat. Salah satunya yaitu
Pengguna jalan Maman (40), yang kerap melewati Jalan Merpati Raya, mengaku merasakan langsung manfaat peninggian jalan. “Yah, kalau sekarang nggak seperti dulu. Kalau dulu kan sebelum ditinggikan, hujan sebentar langsung banjir. Sekarang sudah tidak lagi, kemarin hujan besar beberapa kali juga nggak banjir,” ungkapnya.
Senada dengan Maman, Agus (30), warga yang tinggal dekat proyek peninggian di Jalan Bhakti Karya, juga mengapresiasi hasilnya. “Alhamdulillah, yah, sekarang nggak ada genangan lagi. Beberapa hari hujan, tapi tetap nggak ada genangan air di jalan,” ujarnya.
Dengan selesainya proyek peninggian jalan ini, Dinas SDABMBK berharap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan meningkat, serta potensi banjir di area rawan genangan dapat ditekan.
