Kamis, 22 Oktober 2026

Jalan Maruga Raya Bakal Berubah Drastis! SDABMBK Tangsel Perlebar Akses Puspem dari 8 Jadi 22,5 Meter

TANGERANG SELATAN — Akses menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang Selatan bersiap mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mulai mengerjakan pelebaran Jalan Maruga Raya pada awal September 2026. Lebar jalan yang semula sekitar 8 meter direncanakan menjadi 22,5 meter.

Pelebaran ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas jalan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Dengan ruang jalan yang lebih luas, mobilitas kendaraan diharapkan semakin lancar, terutama bagi warga yang setiap hari mendatangi kompleks perkantoran pemerintah.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT., mengatakan peningkatan kapasitas Jalan Maruga Raya diperlukan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Jalan Maruga Raya menjadi salah satu akses penting menuju kantor wali kota dan kompleks perkantoran lainnya. Kami ingin meningkatkan kenyamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk warga yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi,” ujar Robbi.

Lebar Jalan Bertambah Hampir Tiga Kali Lipat

Pekerjaan pelebaran dilakukan pada segmen sepanjang kurang lebih 200 meter, mulai dari deretan ruko terakhir hingga kawasan SDN Serua. Pada bagian ini, lebar jalan yang sebelumnya sekitar 8 meter akan ditingkatkan menjadi sekitar 22,5 meter.

Untuk pekerjaan pelebaran tersebut, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp5 miliar. Sementara itu, nilai kontrak keseluruhan paket pekerjaan mencapai sekitar Rp16 miliar, termasuk pekerjaan pengaspalan di sejumlah ruas jalan lainnya.

Perubahan dimensi jalan ini diharapkan memberikan ruang gerak kendaraan yang lebih memadai. Namun, kelancaran lalu lintas nantinya juga tetap dipengaruhi volume kendaraan, pengaturan lalu lintas, serta ketertiban pengguna jalan.

Kepala Bidang Bina Marga SDABMBK Tangsel, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut sekaligus mengoptimalkan lahan yang sebelumnya telah dibebaskan untuk kebutuhan pelebaran jalan.

Menurut Ahmad, realisasi pembangunan diperlukan agar lahan yang telah disiapkan dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya sebagai ruang jalan publik.

“Kami ingin lahan yang sudah dibebaskan benar-benar berfungsi sesuai rencana. Karena itu, pelebaran segera direalisasikan agar penataan kawasan lebih jelas dan pembangunan bisa berjalan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Target Rampung November 2026

Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung mulai awal September 2026. Tahapan pengecoran beton ditargetkan selesai pada akhir Oktober, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan yang ditargetkan rampung pada November 2026.

Selain memperlebar badan jalan, proyek ini mencakup pembangunan saluran air di sisi jalan serta pengaspalan area depan kawasan Waskito. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya berfokus pada penambahan lebar jalan, tetapi juga mencakup penataan elemen pendukung infrastruktur.

Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah menjaga agar akses menuju kawasan Puspem tetap dapat digunakan selama pekerjaan berlangsung.

Ahmad mengatakan, pekerjaan pelebaran diupayakan dilakukan pada sisi lahan yang tersedia sehingga jalan eksisting masih bisa difungsikan.

“Kami memahami masyarakat tetap membutuhkan akses menuju pusat pemerintahan. Karena itu, pekerjaan pelebaran kami upayakan dilakukan di sisi yang masih tersedia, sementara jalan lama tetap difungsikan,” katanya.

Meski demikian, pengguna jalan di sekitar lokasi tetap diimbau untuk berhati-hati, memperhatikan kondisi pekerjaan di lapangan, dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas.

Bukan Sekadar Lebar, tetapi Kebutuhan Kota yang Terus Berkembang

Pelebaran Jalan Maruga Raya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyesuaikan infrastruktur dengan perkembangan kawasan pemerintahan. Aktivitas masyarakat, aparatur pemerintah, dan pengguna layanan publik membutuhkan dukungan akses jalan yang memadai.

Kapasitas jalan yang lebih besar diharapkan dapat mendukung pergerakan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan menuju kawasan Puspem. Pembangunan saluran air juga menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi infrastruktur di sepanjang ruas tersebut.

Robbi mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar Puspem untuk mendukung pelaksanaan pembangunan hingga selesai.

“Infrastruktur ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung kelancaran pekerjaan dan bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Dengan target penyelesaian pada November 2026, pelebaran Jalan Maruga Raya diharapkan menjadi salah satu peningkatan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat menuju pusat pelayanan pemerintahan Tangsel. Perubahan dari lebar sekitar 8 meter menjadi 22,5 meter menjadi langkah penting dalam menyiapkan akses jalan yang lebih memadai bagi kawasan yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *