Kamis, 22 Oktober 2026

Dinas SDABMBK Tangsel Kupas Aspal dan Bongkar Beton di Jalan Rawa Buntu

TANGERANG SELATAN — Jalan Rawa Buntu akan memasuki tahap rekonstruksi mulai minggu pertama Bulan Oktober 2026. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) akan melakukan penanganan pada satu lajur di ruas jalan Rawa buntu mulai dari simpang lampu merah Kencana Raya hingga pertigaan Taman Tekno-Buaran, dengan pekerjaan yang mencakup pengupasan lapisan aspal serta perbaikan struktur beton pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Tahap awal pekerjaan dilakukan dengan menggunakan cold milling machine, yaitu alat untuk mengupas lapisan aspal pada permukaan jalan. Pengupasan ini diperlukan untuk membuka dan melihat kondisi lapisan di bawahnya, sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi struktur jalan yang ditemukan di lapangan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak hanya menyangkut lapisan permukaan jalan. Setelah lapisan aspal dikupas, tim teknis akan melihat kondisi struktur beton di bawahnya. Apabila ditemukan bagian struktur yang mengalami kerusakan, bagian tersebut akan dibongkar dan diperbaiki.

“Pekerjaan ini dilakukan dalam satu lajur ruas jalan, mulai dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya sampai pertigaan Taman Tekno-Buaran. Tahap awalnya adalah pengupasan lapisan aspal. Dari hasil pengupasan tersebut akan terlihat kondisi struktur di bawahnya dan selanjutnya dilakukan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan,” ujar Ahmad Fatulloh,

Untuk kerusakan struktur beton yang telah teridentifikasi, terdapat dua segmen utama yang menjadi lokasi penanganan. Segmen pertama berada mulai dari lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum Pom Bensin, sedangkan segmen kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya – Buaran. Jalur dari BSD ke arah Pamulang.

Namun, titik perbaikan struktur beton tidak bersifat kaku. Menurut Ahmad, kondisi di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan bagian struktur yang perlu dibongkar dan diperbaiki setelah lapisan aspal dikupas.

“Jadi, setelah aspal dikupas, kondisi struktur beton akan terlihat lebih jelas. Kalau ditemukan kerusakan, maka bagian tersebut akan dilakukan pembongkaran dan perbaikan betonnya. Karena itu, kondisi pekerjaan di lapangan bisa bersifat dinamis menyesuaikan hasil pemeriksaan setelah pengupasan,” jelasnya.

Pada bagian yang mengalami kerusakan, proses perbaikan dilakukan dengan proses excavation (pembongkaran), kemudian dilakukan penanganan struktur termasuk pengecoran dengan beton mutu tinggi K-350 Fast Track dengan waktu pengeringan sekitar tiga hari.

Setelah struktur beton selesai diperbaiki, permukaannya akan kembali ditangani dengan lapisan asphal sehingga kondisi permukaan jalan dapat kembali rata dan nyaman dilalui kendaraan.

Ahmad mengatakan, tahapan pengupasan menggunakan cold milling machine juga akan menyebabkan perubahan kondisi permukaan jalan untuk sementara. Lapisan aspal yang dikupas membuat permukaan pada area pekerjaan menjadi tidak rata sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.

“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan akan menjadi tidak rata. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.

Selain perubahan kondisi permukaan, pekerjaan juga akan menyebabkan penyempitan ruang jalan karena pekerjaan dilakukan pada salah satu sisi ruas jalan. Pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan agar kendaraan tetap dapat melintas di lokasi.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT., mengimbau masyarakat yang menggunakan Jalan Rawa Buntu untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas selama pekerjaan berlangsung.

“Ada dua pekerjaan yang berlangsung perbaikan jalan dan median jalan, nanti akan ada penyempitan ruang jalan. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang oleh pelaksana pekerjaan,” ujar Robbi.

Ia juga meminta pengguna jalan memahami bahwa kondisi permukaan jalan selama proses pekerjaan akan mengalami perubahan sesuai tahapan konstruksi.

“Mohon dukungan dan pengertian masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Penanganan ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan, baik pada lapisan permukaan maupun struktur beton yang mengalami kerusakan. Kami berharap pekerjaan dapat berjalan aman dan setelah selesai kondisi jalan dapat kembali lebih baik untuk mendukung mobilitas masyarakat,” kata Robbi.

Dinas SDABMBK mengimbau pengguna Jalan Rawa Buntu untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memperhatikan perubahan permukaan jalan, serta mengikuti rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan.

Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas SDABMBK dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan agar tetap mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *